Dilihat : 61 kali

ARAH BAIK – Prof. Fathul Wahid, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), mengatakan takwa merupakan elemen penting yang patut dimiliki seluruh umat Islam. Namun, eksistensi takwa tidak melulu harus dilakukan pada waktu dan tempat tertentu.

Pada Semarak Ramadan UII yang diselenggarakan di Masjid Ulil Albab, Prof. Fathul Wahid menekankan, takwa harus secara konsisten dilakukan agar maknanya benar-benar dirasa.

Untuk itu, Fathul berpesan agar seorang muslim selalu berusaha konsisten dalam beribadah kepada Allah, meminimalkan sifat buruk yang tumbuh dalam diri. 

"Pertama tidak menganggap kita ini sudah final, dijamin dan pasti seperti ini sampai akhir kita merasa orang baik. Di sisi lain, kadang merasa berhak hakimi orang yang menurut kita belum sesuai keyakinan," ujarnya Rabu, 12 Mei 2021.

Prof. Fathul pun menegaskan, jangan dengan mudah kita menilai seseorang dari luarnya saja karena belum tentu orang yang dianggap buruk akan buruk selamanya. Sebaliknya, orang yang diagung-agungkan belum tentu berakhir baik, termasuk orang yang kita hina-hinakan. 

"Bisa jadi orang yang kita hinakan itu justru orang yang lebih mulia di akhir hayatnya," ujarnya.

Prof. Fathul menambahkan sebagai muslim taat beragama menjadi skala prioritas dalam jalani kegiatan ibadah. Ibadah tidak hanya dilakukan ketika dalam keadaan senang atau pun mendapat rezeki, dan ketaatan beribadah dalam beragama harus dilakukan istiqomah.

Bahkan, walaupun sedang dalam kesusahan. Ini lagi-lagi menegaskan kalau ketaatan sebagai buah takwa itu tidak berbatas ruang dan waktu. Karenanya, dia mengajak kaum Muslim agar tidak berlebihan menghadapi situasi apapun yang juga dilarang agama.

"Agama kita melarang kita berlebihan, ini juga jadi pagar lain. Di satu  sisi kita diminta untuk bertakwa kapan pun, dimana pun, tapi di sisi lain kita tidak diminta untuk berlebihan," kata Fathul. ***


Takwa Esensi Puasa Ramadan Tak Terbatas Ruang Dan Waktu