Dilihat : 278 kali

ARAH BAIK – Tidak lama lagi kita memasuki bulan suci Ramadan. Lantas, banyak yang bertanya-tanya 1 Ramadan 1443 H atau 2022 kapan?.

Umat muslim di Indonesia kemungkinan besar akan mengalami perbedaan dalam mengawali 1 Ramadan 1443 H. Hal inilah yang membuat publik penasaran sebenarnya 1 Ramadhan itu kapan.

Peneliti Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaluddin menyampaikan awal Ramadan 1443 Hijriyah kemungkinan besar ada perbedaan dengan kriteria wujud hilal.

Muhammadiyah sudah memutuskan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada 2 April 2022.

Namun, menurut Thomas, garis tanggal saat Maghrib 1 April 2022, yaitu tinggi 2 derajat sedikit di sebelah barat wilayah Indonesia.

"Artinya, sangat tidak mungkin akan terlihat hilal pada 1 April di wilayah Indonesia, sehingga 1 Ramadan 1443 H berpotensi 3 April 2022," ujar Thomas kepada Republika, Selasa 15 Maret 2022.

Thomas juga menambahkan, potensi perbedaan itu tampak jelas dengan merujuk garis tanggal awal Ramadan 1443 H. Dalam pengamatannya, sangat tidak mungkin hilal terlihat pada 1 April dan juga hilal terlalu rendah untuk diamati.

Menurutnya di wilayah Indonesia, tinggi bulan kurang dari 2 derajat. Artinya rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada Maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat.

"Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak pada saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadan 1443 H kemungkinan besar pada 3 April 2022," kata Thomas.

Ihwal kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang digunakan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menentukan awal bulan Hijriah, Thomas berpandangan ormas-ormas Islam secara bertahap akan menerimanya. Ini demi penyatuan kalender Islam dan kenyamanan umat Islam dalam beribadah di bulan suci Ramadan dan merayakan Hari Raya Islam.

Thomas memaparkan, faktor mengapa perlu menggunakan kriteria MABIMS, antara lain karena kriteria tersebut dibangun atas dasar data rukyat atau pengamatan secara global dan jangka panjang.

"Paramater yang digunakan pun adalah yang biasa digunakan para ahli hisab Indonesia, yaitu ketinggian hilal dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari)," ujar Thomas.***


Awal Ramadan Berpotensi Jatuh Pada 3 April Berikut Penjelasan Peneliti Lapanbrin Thomas Djamaluddin