![]() |
Durasi Puasa Ramadan di Berbagai Wilayah, Bagaimana di Kutub Utara?. Foto: Ilustrasi Pexels. |
ARAHBAIK.COM, Umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa Ramadan setiap tahunnya. Namun, lama waktu berpuasa bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan musim.
Di wilayah khatulistiwa, seperti Indonesia, durasi puasa relatif stabil, berkisar antara 12-14 jam.
Di daerah subtropis seperti Turki, Spanyol, dan Amerika Serikat bagian selatan, waktu puasa dapat berkisar 11-16 jam, tergantung musim.
Sementara itu, di negara-negara lintang tinggi seperti Skandinavia dan Kanada bagian utara, waktu puasa bisa mencapai 18-22 jam saat musim panas, namun jauh lebih singkat di musim dingin, hanya 6-8 jam.
Bagaimana Puasa di Kutub Utara dan Selatan?
Wilayah kutub menghadapi tantangan unik karena perbedaan ekstrem antara siang dan malam. Di musim panas, matahari tidak pernah terbenam (matahari tengah malam), sedangkan di musim dingin, matahari tidak terbit sama sekali (malam kutub).
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang warga Indonesia yang sedang berada di Kutub Utara hanya berpuasa selama satu jam, dengan waktu salat magrib, isya, dan subuh yang berdekatan.
Karena kondisi ekstrem, umat Muslim di wilayah kutub umumnya menggunakan beberapa metode berikut untuk menentukan waktu puasa:
Mengikuti waktu Mekah, Arab Saudi
Banyak umat Muslim memilih mengikuti jadwal salat di Mekah, karena merupakan pusat kiblat Islam.
Mengacu pada negara terdekat dengan waktu siang-malam normal
Contohnya, Muslim di Svalbard, Norwegia, dapat mengikuti waktu puasa di Tromsø atau Oslo.
Mengikuti durasi puasa rata-rata global
Beberapa ulama menyarankan mengikuti waktu puasa rata-rata 12-16 jam agar tetap seimbang.
Metode ini memastikan umat Muslim tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan ketentuan yang adil dan proporsional.(*)